
Au Pair Jerman bisa menjadi salah satu pilihan bagi anak muda Indonesia yang ingin merasakan kehidupan di Jerman, meningkatkan kemampuan bahasa, dan mengenal budaya setempat secara langsung. Namun, program ini perlu dipahami dengan benar karena Au Pair bukan sekadar “kerja di rumah keluarga Jerman”.
Au Pair merupakan program pertukaran budaya. Peserta tinggal bersama Gastfamilie atau keluarga angkat dan membantu terutama dalam pengasuhan anak serta pekerjaan rumah tangga ringan. Sebagai timbal balik, keluarga menyediakan sejumlah fasilitas sesuai ketentuan program.
Karena kamu akan tinggal bersama keluarga yang sebelumnya mungkin belum pernah ditemui secara langsung, persiapan Au Pair tidak cukup hanya dengan mengurus dokumen. Kamu juga perlu memahami tugas, memilih Gastfamilie dengan teliti, mempersiapkan bahasa, dan mengetahui seperti apa kehidupan sehari-hari yang akan dijalani.
Apa yang Dilakukan Seorang Au Pair?
Rutinitas setiap Au Pair bisa berbeda tergantung kondisi Gastfamilie. Kegiatannya dapat mencakup membantu menyiapkan kebutuhan anak, menemani mereka bermain, mengantar atau menjemput anak, serta membantu pekerjaan rumah ringan yang berhubungan dengan kehidupan keluarga.
Namun perlu diingat bahwa Au Pair bukan pekerja rumah tangga penuh waktu. Karena itulah pembicaraan mengenai tugas harus dilakukan secara jelas sebelum kontrak ditandatangani. Tanyakan seperti apa jadwal harianmu, berapa jumlah anak yang akan diasuh, usia mereka, kapan waktu bebas, dan pekerjaan apa saja yang diharapkan oleh Gastfamilie.
Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menjadi Au Pair di Jerman
Sebelum menjalani program Au Pair, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan agar proses adaptasi di Jerman berjalan lebih lancar. Persiapan ini tidak hanya berkaitan dengan dokumen dan kemampuan bahasa, tetapi juga pemilihan Gastfamilie, pemahaman hak dan kewajiban, kesiapan mental, hingga keamanan saat menerima tawaran. Semakin jelas informasi yang kamu miliki sejak awal, semakin kecil risiko munculnya kesalahpahaman setelah program dimulai.
1. Memilih Gastfamilie Jangan Hanya Berdasarkan Kota
Mendapatkan Gastfamilie di Berlin, München, Hamburg, atau kota populer lainnya mungkin terlihat menarik. Namun kecocokan dengan keluarga jauh lebih penting daripada sekadar lokasi. Kamu akan tinggal bersama mereka selama berbulan-bulan. Artinya, suasana rumah, pola komunikasi, aturan, privasi, serta hubungan dengan anak-anak akan sangat memengaruhi pengalamanmu. Sebelum menerima tawaran, lakukan video call beberapa kali.
Jangan ragu menanyakan hal-hal sederhana, seperti apakah kamu mendapatkan kamar sendiri, bagaimana aturan penggunaan fasilitas rumah, bagaimana transportasi di lingkungan tersebut, hingga apakah keluarga terbiasa makan bersama.
2. Bahasa Jerman Tetap Perlu Dipersiapkan
Salah satu tujuan program Au Pair memang meningkatkan kemampuan bahasa dan mengenal budaya Jerman. Namun bukan berarti kamu datang tanpa kemampuan bahasa sama sekali. Untuk pemohon visa Au Pair dari Indonesia, Kedutaan Besar Jerman Jakarta saat ini mensyaratkan bukti kemampuan bahasa Jerman level A1 yang memenuhi ketentuan pada checklist visa mereka.
Di luar kebutuhan visa, bahasa juga akan kamu gunakan dalam kehidupan sehari-hari di sana. Bayangkan ketika harus berbicara dengan anak, pergi ke supermarket, membaca surat, menggunakan transportasi umum, atau bertanya kepada orang lain. Kemampuan dasar yang cukup akan sangat membantu.
3. Persiapkan Mental untuk Tinggal Bersama Keluarga Baru
Tantangan Au Pair Jerman tidak selalu datang dari dokumen. Culture shock, homesick, perbedaan cara berkomunikasi, hingga kebiasaan keluarga dapat menjadi bagian dari pengalamanmu. Salah satu artikel Rantau ke Jerman sendiri membagikan pengalaman bahwa menjalani Au Pair dapat menjadi proses adaptasi terhadap budaya, kemandirian, bahasa, hingga kehidupan sehari-hari di Jerman. Jadi, persiapkan diri untuk belajar dan beradaptasi, bukan sekadar mengejar kesempatan pergi ke Eropa.
Baca di sini selengkapnya: Bagaimana Aupair di Jerman?
4. Jangan Mudah Percaya Tawaran yang Tidak Jelas
Jika menemukan tawaran Gastfamilie melalui internet, selalu lakukan pengecekan. Pastikan identitas keluarga jelas dan jangan mudah mengirim uang kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.
Mau Mempelajari Au Pair Lebih Lanjut?
Sebelum mulai mencari Gastfamilie, kamu bisa membaca pengalaman dan panduan Au Pair di Rantau ke Jerman agar mempunyai gambaran lebih realistis mengenai program ini. Pelajari panduan Au Pair di Rantau ke Jerman dan siapkan langkahmu ke Jerman dengan informasi yang lebih jelas.