
Kerja di Jerman mungkin cukup masuk akal jika kamu ingin mendapatkan pengalaman profesional secara internasional sekaligus mengembangkan karier. Namun, proses menuju sana tidak berhenti pada mencari lowongan dan mengirim CV. Ada beberapa hal penting yang perlu dipahami, mulai dari kualifikasi profesional, kemampuan bahasa, pengakuan ijazah atau profesi jika diperlukan, kontrak kerja hingga visa dan izin tinggal yang sesuai.
Jerman membuka berbagai jalur bagi tenaga profesional dari luar negeri, tetapi setiap jalur memiliki persyaratan berbeda. Langkah pertama yang paling penting adalah memahami profilmu sendiri dan menyesuaikannya dengan jenis pekerjaan yang ingin dilamar.
Mulai dari Kualifikasi yang Kamu Punya
Sebelum mencari lowongan, evaluasi terlebih dahulu pendidikan dan pengalaman kerja yang sudah kamu miliki. Tanyakan pada diri sendiri beberapa hal seperti bidang apa yang sudah kamu kuasai, berapa lama pengalaman kerja yang dimiliki, apakah ada sertifikasi profesional dan apakah profesimu termasuk bidang yang memerlukan pengakuan khusus di Jerman.
Pertanyaan tersebut akan membantu mempersempit pencarian pekerjaan. Jangan mengirim CV ke berbagai posisi yang tidak relevan hanya karena ingin cepat mendapatkan kesempatan kerja di Jerman. Perusahaan tetap akan melihat kecocokan antara pendidikan, pengalaman, hard skills dan kebutuhan posisi yang mereka buka.
Untuk profesi yang diregulasi, proses pengakuan kualifikasi dapat menjadi bagian penting sebelum kamu bisa menjalankan pekerjaan secara penuh. Maka dari itu, sebaiknya cari tahu sejak awal apakah profesimu termasuk kategori tersebut atau tidak.
Bidang Apa yang Banyak Membutuhkan Tenaga Kerja?
Kondisi pasar kerja dapat berubah dari waktu ke waktu, tetapi ada beberapa sektor yang cukup sering membutuhkan tenaga profesional. Portal Make it in Germany mencantumkan berbagai bidang seperti kesehatan, engineering, IT, science, crafts dan transportasi sebagai sektor yang memiliki kebutuhan tenaga terampil.
Namun, informasi tersebut sebaiknya digunakan sebagai bahan riset bukan jaminan bahwa kamu otomatis akan diterima. Perusahaan tetap menilai kandidat berdasarkan pengalaman, pendidikan, kemampuan bahasa, skill teknis serta kecocokan dengan budaya dan kebutuhan perusahaan. Lebih baik mencari bidang yang memang sesuai dengan kompetensimu daripada hanya mengejar sektor yang sedang dianggap memiliki banyak lowongan.
Apakah Harus Bisa Bahasa Jerman?
Pada perusahaan internasional atau pekerjaan tertentu, terutama di bidang teknologi, bahasa Inggris mungkin cukup banyak digunakan. Namun, kemampuan bahasa Jerman tetap memberikan keuntungan besar.
Dalam kehidupan sehari-hari, kamu akan menggunakannya ketika mencari Wohnung, membaca surat resmi, pergi ke dokter, berbelanja atau mengurus berbagai kebutuhan administratif.
Untuk profesi yang berhubungan langsung dengan pasien, pelanggan atau masyarakat, kemampuan bahasa Jerman biasanya menjadi semakin penting. Jika masih memiliki waktu sebelum melamar, meningkatkan kemampuan bahasa bisa menjadi investasi yang sangat berguna.
Siapkan CV dan Lamaran Sesuai Posisi
Jangan hanya menggunakan satu CV untuk seluruh lowongan kerja di Jerman. Sesuaikan isi CV dengan kebutuhan posisi yang dilamar. Jika melamar pekerjaan IT, tampilkan teknologi, project, dan pengalaman yang relevan. Jika melamar posisi engineering, jelaskan pengalaman teknis, tanggung jawab pekerjaan sebelumnya serta hasil yang pernah dicapai.
Hal yang sama berlaku untuk surat motivasi atau cover letter jika diminta. Hindari surat yang terlalu umum. Jelaskan secara singkat mengapa kamu tertarik dengan posisi tersebut dan apa yang membuat pengalamanmu relevan. Tujuannya adalah membuat recruiter bisa melihat hubungan yang jelas antara profilmu dan kebutuhan perusahaan.
Persiapkan Interview dengan Serius
Jika berhasil lolos tahap awal, kamu mungkin akan mengikuti interview secara online. Persiapkan diri dengan mempelajari perusahaan, produk atau layanan mereka, deskripsi pekerjaan serta alasan kamu tertarik bekerja di sana.
Latih juga kemampuan menjelaskan pengalaman kerja sebelumnya secara singkat dan jelas. Selain skill teknis, recruiter bisa menilai cara berkomunikasi, motivasi, kemampuan bekerja dalam tim serta kesiapanmu untuk beradaptasi di lingkungan kerja baru.
Perhitungkan Gaji Bersih dan Biaya Hidup
Ketika mendapat tawaran kerja, jangan berhenti pada angka Bruttogehalt atau gaji bruto. Perhatikan perkiraan pendapatan bersih setelah pajak dan kontribusi sosial. Setelah itu, bandingkan dengan biaya hidup di kota tujuan.
Biaya sewa tempat tinggal, transportasi, makanan, asuransi dan kebutuhan harian dapat berbeda cukup jauh antarwilayah. Nominal gaji yang terlihat tinggi belum tentu menghasilkan tabungan lebih besar jika sebagian besar penghasilan habis untuk biaya hidup.
Visa dan Izin Tinggal Harus Sesuai
Untuk orang Indonesia, tinggal di Jerman dalam jangka panjang untuk bekerja umumnya membutuhkan visa nasional dan izin tinggal yang sesuai. Jenis visa dapat berbeda berdasarkan pendidikan, profesi, kontrak kerja hingga kondisi masing-masing kandidat.
Karena persyaratan visa dapat berubah, selalu periksa informasi terbaru melalui Kedutaan Besar Jerman Jakarta atau portal resmi pemerintah Jerman ketika sudah memasuki tahap pengajuan. Jangan hanya mengandalkan informasi lama dari forum atau media sosial.
Baca selengkapnya di sini tentang Bagaimana Cara ke Jerman termasuk jenis visa di dalamnya.
Sedang Merencanakan Karier di Jerman?
Rantau ke Jerman menyediakan berbagai panduan mengenai visa, birokrasi, Anmeldung, Wohnung, rekening bank, asuransi dan kehidupan sehari-hari yang dapat membantu kamu memahami apa saja yang perlu dipersiapkan setelah mendapatkan kesempatan kerja.
Pelajari pengalaman hidup dan birokrasi di website Rantau ke Jerman agar persiapan kerja di Jerman tidak berhenti hanya pada mencari lowongan, tetapi juga mencakup kehidupan setelah kamu tiba.

Referensi